Senin, 13 Januari 2014
LA ILAHA ILALLAH
Faqod qolallahu ta`ala fil qur`anil karim:
Hai orang-orang yang beriman berdzikirlah (dengan menyebut nama Allah), dzikir yang sebanyak-banyaknya, dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.” (Q.S. Al-Ahzab)
Janganlah engkau meninggalkan Dzikrullah kapapnpun dimanapun walau tiada kekhusyuan yang engkau dapatkan sebab kelalain engkau saat tak berdzikir kepada Allah jalla jalaluh lebih berbahaya dari kelalain engkau kepada Allah disaat lisan dan hatimu melakukan dzikrullah,dan jadilah engkau hamba yang selalu berharap istiqomah bukan hamba yang berharap akan sebuah karomah sedangkan Tuhanmu menghendaki engkau tetap berada dalam istiqomah.apabila engkau melihat seorang hamba yang istiqomah dalam dzikrullah lalu tiada kau temui sebuah keistimewaan pada dirinya maka janganlah engkau pandang remeh orang tersebut,karena engkau tiada mengetahui anugerah Allah yang ia terima walaupun tiada menunjukkan tanda orang arif ataupun orang yang cinta kepada Allah jalla jalaluh sebab seandainya tiada karunia dari Allah maka mana mungkin seorang hamba menjadi ahli istiqomah.
Faqod qolallahu ta`ala fil quranil karim:
Karna itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kamu kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku”. (Q.S Al-Baqarah)
Al-habib umar bin muhammad bin salim bin hafidh berkata:
Seorang wali bukanlah yang mampu tebang di udara ataupun berjalan diatas air namun seorang wali adalah ahli istiqomah,dan seorang ahli istiqomah adalah orang yang selalu berkhusnudzon.
Bagaimana engkau akan meminta upah pada suatu amal yang kau perbuat, padahal Allah sendiri yang menyedekahkan amal itu kepadamu. Bagaimana mungkin engkau meminta balasan atas suatu kesungguhan dan keikhlasan, padahal Allah yang memberi hidayah keikhlasan itu kepadamu.
Orang yang bijak tak pernah mengharapkan pahala atau imbalan atas ketaatannya itu, karena mereka meyakini bahwa ketaatan yang ada pada diri mereka sendiri adalah semata-mata hanya anugerah dari Allah swt. Mudah-mudahan Allah meningkatkan kita untuk selalu berdzikir, dari dzikir yang lalai menjadi dzikir yang penuh dengan kehadiran hati dan barangsiapa yang menghentikan dzikir berarti dia kehilangan kesempatan unutuk menjadi kekasih Allah jalla jalaluh.
Wallahu alam
Jumat, 26 Juli 2013
THORIQOG III
4. Sila keempat adalah Kerakyatan Yang
Dipimpin oleh Hikmah kebijaksanan dalam
permusyawaratan perwakilan. Jam’iyyah Ahlith
Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah selalu
melaksanakan dan mengerjakan dan mengajarkan
bermusyawarah dengan bijaksana, sebagaimana
firman Allah dalam Surat Ali Imron ayat: 159
yang artinya : “Dan bermusyawarahlah kamu
dengan mereka didalam urusan itu.(maksudnya
urusan peperangan dan hal-hal duniawiyyah
lainnya, seperti politik,ekonomi,
kemasyarakatan, dlsb)”. Dan firman Allah
dalam Surat Asy-Syuro ayat: 38 yang artinya:
“Dan urusan mereka (diputuskan) dengan
musyawarah antara mereka.
5. Sila kelima adalah Keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia. Jam’iyyah selalu
mengajarkan dan melaksakan urusan sosial yang
didasari oleh keadilan yang merata, sebagaimana
firman Allah dalam Surat An-Nahl ayat : 90
yang artinya: “Sesungguhmya Allah menyuruh
(agar supaya kamu) berlaku adil dan dan
berbuat kebaikan (sosial), memberi kepada
kaum kerabat (apa yang mereka perlukan) dan
melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan
permusuhan. Dia mengajarkan kepada kamu agar
kamu mengambil pelajaran. Dan firman Allah
dalam Surat Al-Ma’arij ayat : 24 sampai 25
yang artinya: “Dan orang-orang yang dalam
hartanya tersedia bagian tertentu (untuk
disedekahkan). Bagi orang (miskin) yang
meminta dan orang yang tidak mempunyai apa-
apa (yang tidak mau meminta). Dan Hadist
yang diriwayatkan oleh Shohabat Abdullah bin
Abbas R.A. yang artinya : “Bukanlah (tingkah)
orang mu’min , dirinya kenyang sedangkan
tetangga disebelahnya sedang kelaparan . dan
firman Allah dalam Surat Al-Maidah ayat:2
yang artinya: “Dan tolong-menolonglah kamu
dalam (mengerjakan) kebaikan (sosial) dan
taqwa dan jangan tolong-menolong dalam
perbuatan dosa dan pelanggaran. Dan firman
Allah dalam Surat Al-Isyro’ ayat :29 yang
artinya: “Dan janganlah kamu jadikan tanganmu
terbelenggu (pada lehermu dan sebaliknya)
janganlah kamu terlalu mengulurkannya, agar
kamu tidak menjadi tercela dan menyesal.
ﺍِﻧْﺸَﺎﺀَ ﺍﻟﻠَّﻪ bersambung.
(Syekh Ansoori Dahlan )
THORIQOH II
KEMUNGKINAN ADANYA HUBUNGAN
ANTARA
THORIQOH DAN KEBATINAN
Pertanyaan :7.Benarkah Thoriqoh merupakan
aliran tashawuf (mistik Islam)
Jawab Benar bahwa Thoriqoh merupakan
tashawuf, akan tetapi bukan mistik/klenik,
bahkan tashawufnya As-Syalafis Sholihin
seperti yang diterangkan dalam kitab
Ihyak’Ulumudin.
Keterangan:
“Adapun yang dinamakan tashawuf ialah: ilmu
yang untuk mengetahui pokok-pokok yang
menyebabkan baiknya hati sanubari dan anggota
dzohir dengan mensucikan hati dari selain Allah
SWT dan membilang rendah selain Allah,
dengan ta’dim kepada Allah serta mengamalkan
adab-adab Syari’at Islaamiyyah dzohiriyyah
dan bathiniyyah”. {Dikutib dari Kitab Tanwirul-
Qulub halaman : 427}
Pertanyaan :8. Daapatkah Thoriqoh disejajarkan
dengan mistik kejawen?
Jawab :Tidak dapat sama sekali.
Pertanyaan :9. Mohon dijelaskan tentang
hubungan Syari’at ,Thoriqoh, dan Hakekat, serta
Ma’rifat?
Jawab hubungan Syari’at, Thoriqoh, Hakikat
dan Ma’rifat itu sangat erat sekali, karena
perumpamaannya sebagai lautan serta hakikat
sebagai mutiaranya. Barang siapa mengambil
mutiara harus menaiki kapal, kemudian berselam
di dalam lautan untuk mengambil mutiara
tersebut.
Catatan:
1. Yang dimaksud Syari’at (menurut ahli
Tashawuf) ialah melaksanakan agama Allah
(Agama Islam) beserta mengetahui hukum-
hukumnya, dengan istiqomah mengerjakan segala
perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
2. Yang dinamakan Thoriqoh adalah : ilmu yang
untuk mengetahui hal-ihwalnya nafsu dan sifat-
sifatnya, mana yang tercela (menurut
pandangan Agama Islam) harus di jauhi atau di
tinggalkan dan mana yang terpuji (juga menurut
pandangan Syari’at Islam) di amalkan.
3.Yang dinamakan Hakikat adalah : sampainya
Salik kepada apa yang dimaksud sehingga ia
dapat melihat Nur-Tajally dangan terang di
dalam hati nuraninya atau maqom musyahadah.
4. Ma’rifat, adapun maksudnya disini ada 4
(empat) yakni:
. Ma’rifat Nafsuhu (tahu diri) maksudnya
ialah : bahwa ia sebagai hamba Allah maka
harus mau beribadah kepada-Nya dan merasa
hina dihadapan-Nya.
. Ma’rifat Robbahu (tahu Tuhannya)
maksudnya ialah : bahwa Allah sebagai
Khaliqnya yang wajib di sembah dan di
agungkan serta segala sesuatu adalah terletak di
dalam kekuasaan Allah.
. Ma’rifat Dunya (tahu dunia/benda)
maksudnya ialah : bahwa dunia ini tidak kekal
pasti hancur maka tidak harus di cintai dan
harus mau zuhud.
. Ma’rifat Akhirat (tahu akhirat) maksudnya
ialah : bahwa akhirat itu kekal dan abadi maka
harus berusaha amal yang baik untuk akhirat
kelak dan harus selalu merasa suka untuk amal
baik karena-Nya (Diterangkan dalam Kitab
Sirojut Tholibin halaman :88)
Pertanyaan :10. Apakah yang disebut Arifin
dalm Thoriqoh, apakah sama dengan pengertian
orang yang telah sampai pada tingakat Mukso,
Nirwana dalam agama Budha?
Jawab :Arifin dalam Thoriqoh adalah : Ulama
yang ahli Ma’rifat bil-Lah wabi-shifatihi wa-
Af’alihi, tidak Ulama yang hanya pandai di
bidang hukum-hukum Agama Allah belaka dan
sama sekali tidak sama dengan tingkat Mukso
dan Nirwana.{keterangan dikutib dari Kitab
I’qodlul-Humam fi-Syarhil Hikam ;juz II hal:
360}.
Pertanyaan :11. Dapatkah dikatakan bahwa orang
yang telah sampai pada tingkatan Ma’rifat sama
dengan orang yang sampai pada tingkat
manunggaling kawula Gusti dalam mistik
kejawen?
Jawab :Tidak sama.
Pertanyaan :12.Dalam ajaran kebatinan didapati
istilah-istilah yang hampir sama dengan istilah-
istilah yang ada pada Thoriqoh seperti Sholat
Daim, dzikir nafi, dan lain-lain, apakah ini
berarti Thoriqoh mempunyai hubungan erat
dengan kebatinan?
Jawab :Didalam Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-
Nahdliyyah tidak ada istilah-istilah tersebut,
yang ada ialah dzikir daim dan dzikir nafi itsbat
yakni : LAAILAAHAILLAALLOH. Jadi tidak
ada hubungan sama sekali antara Thoriqoh
dengan kebatinan, karena Thoriqoh Al-
Mu’tabaroh An-Nahdliyyah mempunyai ciri
khusus, yaitu antara lain:
1. Harus muttashil sanadnya kepada Rosullilah
SAW.
2.Harus memakai Syari’at Islamiyyah Ahlus
Sunnah wal-Jama’ah ‘ala ahadi madzahibil-arba
’ah.
3. I’tiqodnya Al-Asy’ariyyah dan Al-
Maturidiyyah.
DASAR-DASAR PEMBENTUKAN MORAL
MENURUT AJARAN THORIQOH
Pertanyan :13. Apakah ajaran Thoriqoh dapat di
pandang sebagai pembentukan moral atau budi
perkerti luahur?
Jawab : Iya betul,memang demikian.
Pertanyan : 14. Bagaimanakah pokok-pokok
ajaran moral yang seharusnya menurut ajaran
Thoriqoh ?
Jawab :Pokok-pokok ajaran moral yang
seharusnya menurut ajaran Thoriqoh antara lain
yakni:
Berpegang teguh kepada Al-Qur’anul Karim.
Mengikuti jejak Rosulullah SAW.
Memakan dan minum barang yang halal.
Menjahui dan meninggalkan ma’syiyat.
Taubatan Nashuha darisegala ma’syiyat.
Melaksanakan hak-hak Allah dan menyampaikan
hak-hak Adam (hubungan antara manusia).
Dilarang menyakiti orang lain, baik secara dzohir
(terang-terangan) maupaun dengan batin, lebih-
lebih menyakiti para Wali, ‘Ulama’ dan orang
yang hafal Al-Qur’an, sangat tidak
diperbolehkan.{(keterangan di kutib dari kitab
Al-Minhus Saniyyah hal : 7 sampaidengan hal
8)}.
Pertanyan :15. Menurut Thoriqoh, bagaimanakah
ajaran moral seharusnya bagi bangsa Indonesia
berhubungan dengan adanya bermacam-macam
Agama dan kepercayaan ?
Jawab :Bagi umat Islam harus menjalankan
Makarimil Akhlaq’alal-Islam, wal-Iman wal-
Ihsan.
Pertanyan :16. Apakah ajaran akhlaq budi
perkerti dalam Thoriqoh selaras dengan Falsafah
Dasar Pancasila ?
J a wa b :Iya betul selaras, keterangannya
sebagai berikut :
1.Sila pertama adalah ; Ketuhanan Yang Maha
Esa. Jam’iyyah Ahlith-Thooriqoh Al-
Mu’tabaroh An-nahdliyyah selalu menganjurkan
kepada umat umumnya dan kepada warga
Thoriqoh khususnya agar supaya selalu taqwa
kepada Allah SWT. Pada waktu kapan saja dan
dimana saja baik waktu perkumpulan maupun
waktu sendirian . sebagaimana Firman Allah
dalam Surat Ali Imron ayat :102 yang artinya :
“Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah
kamu sekalian kepada Allah sebenar-benar taqwa
kepada-Nya”. Dan Firman Allah dalam Surat Al-
a’rof ayat : 59 yang artinya : “Sembahlah Allah,
sekali-kali tiada Tuhan bagimu selain-Nya”. Dan
firman Allah dalam Surat Al-Ikhlas ayat : 1
Sampai dengan ayat 4 artinya : Maha Esa. Allah
adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya
segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula
diperanakan. Dan tidak seorangpun yang setara
dengan Dia. Dan masih banyak ayat-ayat yang
menerangkan tentang ke-Esa-an Allah.
2.Sila kedua adalah Kemanusiaan Yang Adil
Dan Beradab. Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-
Mu’tabaroh An-Nahdliyyah selalu mengajarkan,
agar manusia berlaku adil, sebagaimana firman
Allah dalam Surat Al-Maidah ayat : 8 yang
artinya : “Dan janganlah sekali-kali kebencianmu
terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk
tidak adil . berlaku adillah kamu sekalian, karena
adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan
bertaqwalah kamu sekalian kepada Allah,
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang
kamu sekalian kerjakan. Dan firman Allah dalam
Surat An-Nisa’ ayat: 135 yang artinya :
“Wahai ! orang-orang yang beriman, jadilah
kamu sekalian orang yang benar-benar penegak
keadilan, menjadi saksi karena Allah, biarpaun
kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu
kemaslahatannya. Maka janganlagh kamu
sekalian mengikuti hawa nafsu karena ingin
menyimpang dari kebenaran.
Dan jika kamu sekalian memutar balikkan kata -
kata atau enggan menjadi saksi , maka
sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui
segala apa yang kamu sekalian kerjakan, adab
(sikap saling cinta mencintai) sebagaimana
firman Allah dalam Surat Al-Hujarot ayat: 13
yang artinya : “Wahai manusia, sesungguhnya
kami menciptakan kamu sekalian dari seorang
pria dan seorang perempuan dan kami telah
menjadikan kamu sekalian berbangsa-bangsa
dan bersuku-suku agar supaya kamu sekalian
saling kenal-mengenal Sesungguhnya orang yang
paling mulya diantara kamu sekalian disisi Allah
ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu
semua. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui
lagi Maha waspada. Dan Hadits yang
diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Imam
Muslim yang artinya : “Nabi besar Muhammad
SAW. bersabda: Tidaklah sempurna imam
seseorang dari kamu sekalian , sehingga ia
mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai
dirinya sendiri.
3. Sila ketiga adalah Persatuan Indonesia.
Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-
Nahdliyyah, selalu menganjurkan dan
mengajarkan tentang persatuan dan kesatuan ,
sebagaimana firman Allah dalam Surat Ali
Imron ayat; 103 yang artinya : “ Dan berpegang
teguhlah kamu semua kepada tali (Agama) Allah
dan janganlah kamu semua bercerai berai. Dan
firman Allah dalam Surat Al-Anfaal ayat : 46
yang artinya :”Dan taatlah kamu semua kepada
Allah dan Rosul-Nya dan janganlah kamu semua
berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu
semua menjadi gentar dan hilang kekuatanmu.
Dan Hadist yang diriwayatkan oleh Jabir RA.
Yang artinya : “Sebaik-baik manusia adalah
yang banyak memberikan manfaat sesama
manusia.
(Syekh Ansoori dahlan)
THORIQOH
45 permasalahan thoriqoh yg biasanya menjadi
pertanyaan.
TANYA JAWAB AJARAN THORIQOH
AJARAN – AJARAN THORIKOH
Pertanyaan :1. Apakah landasan pokok ajaran
yang di ajarkan Thoriqoh itu ?
Jawab : Landasan pokok ajaran yang di ajarkan
thorikoh untuk yang pertama Adalah Al-Qur’an :
Tersebut dalam surat Al. Jin ayat ; 16 yang
artinya : “Dan bahwasannya jikalau mereka tetap
berjalan lurus dengan dawam diatas jalan Allah
SWT.
(Thorikoh) pasti kami (Allah) akan memberi
minuman kepada mereka air segar (riziki yang
banyak)”.
Keterangan:
Menurut tafsier Showie juz 4 halaman 216,
bahwa ayat tersebut mempunyai isaroh sebagai
berikut ; “Dan sesungguhnya hamba Allah
SWT. Itu apabila istiqomah olehnya
menjalankan dan mengerjakan Thoriqoh dengan
cinta mendambakan (membiasakan) wirit,
dzikir, muroqobah, musyahadah dan
menjalankan beberapa sifat mahmudat serta
meninggalkan beberapa sifat madzmumat yang
semua tadi karena hanya bertujuan mohon ridlo
Allah , maka Allah pasti memenuhi hati mereka
dengan asror dan ma’ rifat Ilahiyah serta
mahabbah lil-Lah yang menjadi sebab hidupnya
beberapa ruh “.
Tersebut dalam Surat Yunus ayat ; 57. Yang
artinya : “ Wahai manusia, ingatlah!
sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran
dari Tuhan –mu dan penyembuh / obat bagi
penyakit-penyakit yang terdapat didalam dada
dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang
yang beriman “.
Keterangan :
Menurut Tafsier Showie juz 2 halaman 164
bahwa, yang di maksud sebagai berikut :
1. Mau’idloh (pelajaran ) adalah Syari’at.
2. Syifa’ (penyembuh) adalah thoriqoh.
3 huda wa-rohmah (petunjuk dan rahmat)
Haqiqoh.
Tersebut dalam surat Al-Ahzb ayat ;41-42 ,
yang artinya : “ Wahai sekalian orang-orang
yang beriman , ingatlah Allah sebanyak-banyak
nya dan bersholawatlah, yang mana sholat itu
mengandung bacaan tasbih, baik di waktu pagi
hari maupun sore hari .
Keterangan:
Ayat tersebut diatas dengan jelas perintah
kepada para Mu’min agar benar-benar ber –
dzikir kepada Allah SWT. Dengan dzikir
sebanyak- banyaknya, baik di waktu pagi
maupun di sore hari. Maka melaksanakan hal ini
yang paling tepat dan agar dapat istiqomah
adalah lewat Thriqoh. Dikarenakan apabila
sudah baeat akan mempunyai rasa tanggung
jawab sehingga tidak akan mudah
meninggalkan.nya. demikian agar kita selalu
mendapat hidayah dan taufiq serta ‘inayah dari
Allah SWT. Sehingga kita sadar dan menyadari
atas hal tersebut.
Tersebut dalam Surat An-Nisa ‘ ayat ;103 yang
artinya : “Apabila kamu semua telah selesai
mengerjakan sholat maka ingatlah kepada Allah
(baik) di waktu berdiri, diwaktu duduk, dan
diwaktu berbaring”.
Tersebut dalam Surat Ar-Ro’d ayat;28 yang
artinya : “orang-orang mu’min hatinya tentram
karena mengingat Alah . Ingatlah !, karena
dengan mengingat Allah hati menjadi tentram”.
Tersebut dalam Surat Al-Ahzab Ayat;35 yang
artinya : “Maka bagi pria yang banyak dzikir
kepada Allah dan bagi perempuan yang banyak
dzikir kepada Allah disediakan ampunan dan
pahala yang besar oleh Allah”.
Tersebut dalam Surat Al-Baqoroh Ayat ;152
yang artinya: Maka ingatlah kamu Kepada-Ku
(Allah) maka Aku (Allah ) ingat pula kepadamu,
(maksudnya: Allah memberi pahala atas dzikir
tersebut).
Tersebut dalam Surat Ad-Dahar ayat 25 yang
artinya : Dan sebutlah nama tuhanmu pada
waktu pagi dan waktu petang.
Tersebut dalam Surat Thoha ayat 124 yang
artinya : Barang siapa yang tidak mau
mengingat Aku (Allah) maka dia akan mendapat
kehidupan yang sulit dan kelak di hari kiamat
(di akhirat) akan Ku kumpulkan dengan orang-
orang yang buta .
Jawab : * Landasan yang kedua adalah Al-
Hadits, yaitu :
Sebagaimana yang diriwayatkan oleh sahabat
Abdullah bin Mas’ud di dalam menerangkan
dekatnya Rosulullah SAW. yang artinya;”Ketika
para sohabat R.A mendengar pisahnya dengan
beliau Rosulullah SAW. dari dunia ini , maka
mereka menjerit dan menangis seraya mereka
berkata: Wahai Rosulullah SAW, Engkau
utusan kepada kita dan mengukuhkan
perkumpulan kita dan menjadi pusat urusan-
urusan kita, ketika Engkau meninggalkan kita,
maka siapa kita kembali ?. Jawab “Beliau
Rosulullah SAW.” Aku telah meninggalkan untuk
kamu sekalian 2(dua) pusaka yaitu:
1. Al-Mahajjah , yakni syari’at islammiah.
2. Ath-Thoriqotil-Baidlo’ yakni Thoriqoh yang
bersih yang muttasil sanadnya bi – Rosulillah
SAW.
Dan Aku (Nabi Muhammad .) telah
meninggalkan pula untukmu 2 petunjuk yaitu :
1. Petunjuk yang dapat berbicara yaitu Al-
Qur’an.
2. Petunjuk yang tidak dapat berbicara yaitu
maut.
Apabila ada sesuatu hal yang menyulitkan atas
dirimu, maka kembalilah kamu kepada Al-Qur’an
dan Al-hadits, dan ketika keras hatimu yakni
tidak bisa menerima nasehat, Maka lemaskanlah
dengan memikir-mikir tentang hal-ihwalnya
orang yang meninggal.
Sebagaimana Hadits yang artinya:
Bahwa shohabat ‘Ali KW. Mohon keterangan
kepada Rosulillah SAW. Wahai Rosulillah !
tunjukkanlah aku jalan yang dekat Kepada Allah
SWT. Yang mudah untuk dijalani / dikerjakan
hamba-hamba Allah . yang utama disisi Allah
SWT. Maka Rosulullah menjawab: “ialah dzikir
kepada Allah, karena tidak akan datang hari
qiamat selama dimuka bumi masih ada yang
Dzikir kepada Allah (baik diucapkan dengan
lisan atau dengan gerakan hati).
Sebagaimana Hadits yang diriwayatkan oleh
shohabat Jabir bin Abdullah RA. Beliau
Berkata:Saya dengar Rosulullah SAW.
Bersabda : Paling utama utamanya dzikir ialah
Membaca kalimat LAAILAAHAILLALLOH.
Sebagaimana hadits yang diceritakan dari
Shohabat Abi-huraeroh RA. Beliau berkata :
Saya matur kepada Rosulillah SAW. Wahai
Rosulillah! Siapakah orang yang paling utama
mendapatkan pertolongan –Mu ? rosululloh
menjawab; “Orang yang paling pertama
mendapatkan pertolongan – Ku ialah orang yang
ahli Dzikir kalimat : LAAILAAHAILLALLOH
dengan ikhlas hatinya”.
Sebagai Hadits yang diriwayatkan olih Imam
Muslim, Imam Nasai,Imam Bazzar, yang
artinya : Rosululloh bersabda: (wahai para
Shohabat ) ! apakah kalian mau saya beri
keterangan tentang amal per buatan yang lebih
baik untuk kamu sekalian dan lebih bersih/
bagus disisi Allah SWT . Dan lebih unggul
didalam derajat kamu sekalian dari pada
mendermakan emas dan perak , dan lebih bagus
untuk kamu dari pada kamu berjuang
memukulkan pedang dileher musuh dan para
musuh memukulkan pedang dilehermu, kemudian
para Shohabat menjawab; hiya mau wahai
Rosululloh , Rosululloh bersabda; ialah Dzikir
kepada Allah’Azza Wa Jalla.
Pertanyaan : 2. Dari manakah sumber ajaran
thoriqoh itu ?
Jawab : Dari Kitab- kitab Thoriqoh yang
Mu’tabaroh , antara lain seperti : ihyak
“Ulumuddin, tan wirul –Qulub , jami’ul-Ushul,
Majmu’atul-Kholidiyyah wan-Naqsyabandi
yyah , Al-futuhatur- robaniyyah , Umdatus-
Salik fi- Khoiril- masalik ,Al-Minahus –
Saniyyah, Bahjatul Asror , Ar-rosyajat, An-
Nafahat dan lain Sebagainya
Pertanyaan : 3. Minta dijelas kan tentang pokok-
pokok ajaran dalam Thoriqoh Al-Mu’tabaro
Annahdliyyah mengenai ‘aqidah dan
‘ubudiyyahnya, demikian juga mengenai:
. Tujuan dari ajaran-ajarannya.
. Methode pengajaran/pendidikan.
. Tempat-tempat pendidikan.
. Tenaga-tenaga pengajarnya dan.
. Amalan-amalan yang besifat praktis
Jawab : ‘Aqidahnya Al-Maturidiyyah dan
Al-‘Asya’ariyyah, ‘Ubudiyyahnya Ahlissunah
Wal Jamaah ‘ala Ahadi Madzahibil Arba’ah dan
disempurnakan dengan aurod-aurod tertemtu.
Adapun jawaban (a) sampai (e) adalah sebagai
berikut :
. At-Takholi Wat-Tahali ( menjauhi sifat tercela
dan memakai sifat yang terpuji)
. Mentalqin murid menurut kemampuannya
masing-masing.
. Bertempat di masjid / pondok Kholwat dlsb.
. Guru Mursyid dan badal-badalnya (Imam
Khusus)
. Amalan-amalan yang baik dan manfaat bagi
nusa, bangsa dan agama terutama yang
maslahah bagi pembangunan yang dianjurkan
oleh pemerintah.
Pertanyaan :4. Bagaimana tanggapan atas
ajaran-ajaran taersebut dari pihak kalangan luar
ahli Thoriqoh?
J a w a b : Baik.
Pertanyaan :5.Benarkah ajaran-ajaran Thoriqoh
bersifat tertutup, hanya khusus untuk kalangan
anggota- anggota thoriqoh saja ?
Jawab : Kalau ajaran syariatnya bersifat umum,
akan tetapi ajaran Thoriqohnya bersifat khusus.
{Keterangan di kutip dari kitab Majmu’atul
Kholidiyyah wan-Naqsyabandiyyah}, halaman :
6, ialah hadits yang diriwayatkan oleh sanad
bin Aus dan ‘ubadah bin Shomit RA. Kedua-
duanya mengatakan : Kita ada pada rosulillah
SAW. Kemudian rosulullah bertanya, apakah
diantara kamu sekalian ada orang lain ? (Wong
Monco) kita menjawab, tidak ada wahai
Rosulullah, kemudian Rosulullah manyuruh agar
supaya pintu di kancing, kemudian Rasullulah
bersabda: Angkatlah kedua tanganmu dan
acapkan kalimat LAAILAAHAILLALLOH.
Penjelasan:
Hadis tersebut diatas mangisyaratkan dengan
tidak diperbolehkannya orang lain (bukan
anggota Thoriqoh) masuk pada waktu talqin dan
dzikir.
Pertanyaan :6. Apakah bapak yakin bahwa
ajaran-ajaran tersebut tidak bertentangan dengan
syari’at dan Aqidah Islamiyyah serta pernah di
jalankan oleh Rosulullah SAW?
Jawab Yakin, bahwa ajaran-ajaran Thoriqoh Al-
Muhtabaroh Annahdliyyah tidak bertentangan
dengan syari’ah dan Aqidah Islamiyyah dan
pernah dijalaankan Rosulullah SAW.
sebagaimana keterangan Al-Quran dan hadist-
hadist tersebut di atas.
(Syekh Ansoori.D)