Tampilkan postingan dengan label TENTANG WAHABI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TENTANG WAHABI. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 April 2014

TANDA HITAM DIDAHI BUKANLAH TANDA BEKAS SUJUD

Dari Salim Abu Nadhr, ada seorang yang
datang menemui Ibnu Umar. Setelah orang
tersebut mengucapkan salam, Ibnu Umar
bertanya kepadanya, “Siapakah anda?”. “Aku
adalah anak asuhmu”, jawab orang tersebut.
Ibnu Umar melihat ada bekas sujud yang
berwarna hitam di antara kedua matanya. Beliau
berkata kepadanya, “Bekas apa yang ada di
antara kedua matamu? Sungguh aku telah lama
bershahabat dengan Rasulullah, Abu Bakr,
Umar dan Utsman. Apakah kau lihat ada bekas
tersebut pada dahiku?” (Riwayat Baihaqi dalam
Sunan Kubro no 3698 (
ﻋَﻦِ ﺍﺑْﻦِ : َﺮَﻤُﻋ ﺃَﻧَّﻪُ ﺭَﺃَﻯ ﺃَﺛَﺮًﺍ : َﻝﺎَﻘَﻓ ﻳَﺎ ﻋَﺒْﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺇِﻥَّ ﺻُﻮﺭَﺓَ
ﺍﻟﺮَّﺟُﻞِ ﻭَﺟْﻬُﻪُ ، ﻓَﻼَ ﺗَﺸِﻦْ .َﻚَﺗَﺭﻮُﺻ
Dari Ibnu Umar, beliau melihat ada seorang
yang pada dahinya terdapat bekas sujud. Ibnu
Umar berkata, “Wahai hamba Allah,
sesungguhnya penampilan seseorang itu terletak
pada wajahnya. Janganlah kau jelekkan
penampilanmu!” (Riwayat Baihaqi dalam Sunan
Kubro no 3699 ( .
ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻰ ﻋَﻮْﻥٍ : َﻝﺎَﻗ ﺭَﺃَﻯ ﺃَﺑُﻮ ﺍﻟﺪَّﺭْﺩَﺍﺀِ ﺍﻣْﺮَﺃَﺓً ﺑِﻮَﺟْﻬِﻬَﺎ ﺃَﺛَﺮٌ
ﻣِﺜْﻞُ ﺛَﻔِﻨَﺔِ ﺍﻟْﻌَﻨْﺰِ ، ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﻟَﻮْ ﻟَﻢْ ﻳَﻜُﻦْ ﻫَﺬَﺍ ﺑِﻮَﺟْﻬِﻚِ ﻛَﺎﻥَ
ﺧَﻴْﺮًﺍ .ِﻚَﻟ
Dari Abi Aun, Abu Darda’ melihat seorang
perempuan yang pada wajahnya terdapat ‘kapal’
semisal ‘kapal’ yang ada pada seekor kambing.
Beliau lantas berkata, ‘Seandainya bekas itu
tidak ada pada dirimu tentu lebih
baik” (Riwayat Bahaqi dalam Sunan Kubro no
3700 (.
ﻋَﻦْ ﺣُﻤَﻴْﺪٍ ﻫُﻮَ ﺍﺑْﻦُ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﻗَﺎﻝَ : ﻛُﻨَّﺎ ﻋِﻨْﺪَ ﺍﻟﺴَّﺎﺋِﺐِ ﺑْﻦِ
ﻳَﺰِﻳﺪَ ﺇِﺫْ ﺟَﺎﺀَﻩُ ﺍﻟﺰُّﺑَﻴْﺮُ ﺑْﻦُ ﺳُﻬَﻴْﻞِ ﺑْﻦِ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺑْﻦِ ﻋَﻮْﻑٍ
ﻓَﻘَﺎﻝَ : ﻗَﺪْ ﺃَﻓْﺴَﺪَ ﻭَﺟْﻬَﻪُ ، ﻭَﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣَﺎ ﻫِﻰَ ﺳِﻴﻤَﺎﺀُ ، ﻭَﺍﻟﻠَّﻪِ
ﻟَﻘَﺪْ ﺻَﻠَّﻴْﺖُ ﻋَﻠَﻰ ﻭَﺟْﻬِﻰ ﻣُﺬْ ﻛَﺬَﺍ ﻭَﻛَﺬَﺍ ، ﻣَﺎ ﺃَﺛَّﺮَ ﺍﻟﺴُّﺠُﻮﺩُ
ﻓِﻰ ﻭَﺟْﻬِﻰ .ﺎًﺌْﻴَﺷ
Dari Humaid bin Abdirrahman, aku berada di
dekat as Saib bin Yazid ketika seorang yang
bernama az Zubair bin Suhail bin Abdirrahman
bin Auf datang. Melihat kedatangannya, as Saib
berkata, “Sungguh dia telah merusak wajahnya.
Demi Allah bekas di dahi itu bukanlah bekas
sujud. Demi Allah aku telah shalat dengan
menggunakan wajahku ini selama sekian waktu
lamanya namun sujud tidaklah memberi bekas
sedikitpun pada wajahku” (Riwayat Baihaqi
dalam Sunan Kubro no 3701

Jumat, 31 Januari 2014

KHAWARIJ

>>>>>>KHAWARIJ<<<<<<<<<<<<
Tahulah kalian bahwa Pertama kali ada salah satu sekte yang menyimpang dari ISLAM dan disebut KHAWARIJ (mereka yg keluar)dari syariat dan tuntunan Al-quran dan sunnah,dan kelompok ini kegemarannya adalah suka Mengkafirkan,memusyrikkan,membidahkan serta sibuk akan masalah status keislaman sesama muslim. Pemikiran khawarij pertama kali terjadi pada zaman kekhalifaan Sayyidina Ali bin abi thalib kwa,dan mereka adalah sebagian pemuda yang memiliki semangat keislaman, namun mereka tergesa-gesa menghukumi tanpa melakukan pengkajian yg mendalam.Berikut kami nukilkan "Kisah Khawarij"dari kitab Talbis iblis karya imam Ibnu al jauzi: Sayidina Ali kwa mengirim Abdullah bin abbas untuk berdialog kepada mereka (khawarij)
Ibnu Abbas berkata: “Orang-orang Khawarij memisahkan diri dari Ali kwa berkumpul di satu daerah untuk memberontak kepada khalifah.Ketika itu, jumlah mereka 6000 orang.semenjak Khawarij berkumpul, setiap orang yang mengunjungi Ali kwa berkata mengingatkannya “Wahai Amirul mukminin, orang-orang Khawarij telah berkumpul untuk memerangimu......?
Ali menjawab, “Biarkan saja, aku tidak akan memerangi mereka hingga mereka memerangiku,dan pasti mereka akan melakukannya. Hingga di suatu hari saat masuk waktu zuhur aku menjumpai Ali kwa .
Aku (Ibnu Abbas) berkata, “Wahai Amirul Mukminin, tunggulah cuaca dingin untuk shalat zuhur, sepertinya aku akan mendatangi mereka (Khawarij) berdialog.” Ali kwa berkata, “Wahai Ibnu Abbas, sungguh aku mengkhawatirkanmu!” Ibnu Abbas menjawab, “Wahai Amirul Mukminin, janganlah kau khawatirkan diriku. Aku bukanlah orang yg berakhlak buruk dan aku tidak pernah menyakiti seorang pun.” Maka Ali pun mengizinkanku.
Ibnu Abbas berkata, “Aku benar2 berada di tengah suatu kaum yg belum pernah kujumpai orang yang sangat bersemangat beribadah seperti mereka. Dahi2 mereka hitam penuh luka bekas sujud, tangan2 mereka kapalan.Wajah2 mereka pucat pasi karena tidak tidur, menghabiskan malam untuk beribadah.”Kuucapkan salam pada mereka. Serempakmereka menyambutku, “Selamat datang, wahai Ibnu Abbas . Apa gerangan yang membawamu kemari?”
Ibnu abbas berkata, “Aku datang pada kalian sebagai perwakilan dari sahabat Muhajirin dan sahabat Anshar, dan juga dari sisi menantu Rasulullah saw (Ali bin Abi thalib kwa), kepada para sahabat Alquran diturunkan dan merekalah orang-orang yang paling mengerti makna Alquran daripada kalian.”Ibnu Abbas mengingatkan tentang kedudukan sahabat Muhajirin dan Anshar dan bagaimana seharusnya prinsip seorang muslim dalam memahami Alquran dan sunnah yaitu mengembalikan kepada pemahaman sahabat yang kepada merekalah Alquran diturunkan, dan merekalah orang yg paling mengerti Alquran dan sunnah. Ibnu abbas juga menegaskan besarnya kedudukan Ali bin Abi Thalib kwa di sisi Allah, Begitu mendengar ucapan Ibnu Abbas yg penuh makna dan merupakan prinsip hidup yang tentunya tidak mereka sukai karena menyelisihi prinsip sesat mereka sebagian Khawarij memberi peringatan, “Jangan sekali-kali kalian berdebat dengan seorang Quraisy( Ibnu Abbas .).
Sesungguhnya Allah swt berfirman:
ﺑَﻞْ ﻫُﻢْ ﻗَﻮْﻡٌ ﺧَﺼِﻤُﻮﻥَ
“Sebenarnya mereka adalah kaum yang suka bertengkar.” (Az-Zukhruf: 58)
Dua atau tiga orang dari mereka (khawarij)berkata, “Biarlah kami yang akan mendebatnya!”.
Ibnu Abbas berkata, “Wahai kaum, beri aku alasan, mengapa kalian membenci menantu Ali kwa beserta sahabat Muhajirin dan Anshar, padahal Alquran diturunkan kepada mereka, dan tidak ada seorang sahabat pun yang bersama kalian.Ali adalah orang yang paling mengerti tentang penafsiran Alquran.”
Khawarij berkata, “Kami punya 3 alasan
Ibnu Abbas berkat:ebutkan 3 alasan kalian.
KHawarij berkata:
“Pertama, sungguh Ali telah menjadikan manusia sebagai hakim (pemutus perkara)dalam urusan
padahal Allah berfirman
“…Keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah” (Yusuf: 40)
Hukum manusia tidak ada artinya di hadapan Allah swt Kata mereka.
Ibnu Abbas menanggapi, “Ini alasan kalian yang pertama. Lalu apa lagi?” Khawarij melanjutkan,;
“Kedua, sesungguhnya Ali telah berperang dan membunuh, tapi mengapa tidak mau menawan dan mengambil ghanimah? Kalau mereka (orang-orang yang berperang melawan Ali) itu mukmin tentu tidak halal bagi kita memerangi dan membunuh mereka. Tidak halal pula tawanan-tawanannya.
Ibnu Abbas bertanya lagi, “Lalu apa alasan kalian yang ketiga?” Khawarij berkata: “Ketiga, dia telah menghapus sebutan Amirul Mukminin dari dirinya. Kalau dia bukan amirul mukminin karena menghapus sebutan itu berarti dia adalah amirul kafirin (pemimpin orang-orang kafir).
Ibnu Abbas berkata, “Ada alasan selain ini?” Khawarij berkata, “Cukup sudah bagi kami 3 perkara ini!
Bantahan Ibnu Abbas atas dangkalnya pemahaman Khawarij dan Lihatlah, bagaimana Khawarij mudah memvonis kafir, dan memberontak sekalipun kepada khalifah Ali kwa yang penuh keutamaan dan kemuliaan. Alasan-alasan mereka adalah kerancuan yang sangat lemah dan menunjukkan kedangkalan mereka dalam memahami Alquran dan sunnah. Ibnu Abbas mulai menanggapi, “Ucapan kalian bahwa Ali kwa telah menjadikan manusia untuk memutuskan perkara (untukmendamaikan persengketaan antara kaum muslimin ), sebagai jawabannya akan kubacakan ayat yang membatalkan kerancuan kalian. Jika ucapan kalian terbantah, maukah kalian kembali (kepada jalan yang benar)?
Khawarij menjawab, “Ya, tentu kami akan kembali.
Ibnu Abbas berkata: Ketahuilah, sesungguhnya Allah telah menyerahkan sebagian hukumnya kepada keputusan manusia, seperti dalam menentukan harga kelinci (sebagai tebusan atas kelinci yang dibunuh saat ihram)
Allah berfirma
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu membunuh binatang buruan, ketika kamu sedang ihram. Barangsiapa di antara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak seimbang dengan buruan yang dibunuhnya menurut putusan (hukum) dua orang yang adil di antara kamu, sebagai hadyu yang dibawa sampai ke Ka’bah, atau (dendanya) membayar kafarat dengan memberi makan orang-orang miskin, atau berpuasa seimbang dengan makanan yang dikeluarkan itu, supaya dia merasakan akibat buruk dari perbuatannya.Allah telah memaafkan apa yang telah lalu
(QS. Al-Maidah: 95)
Demikian pula dalam perkara perempuan dan suaminya yang bersengketa, Allah juga menyerahkan hukumnya kepada (keputusan) manusia untukmendamaikan antara keduanya
Allah berfirman
“Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-ist.” (QS. An-Nisa: 35)
Demi Allah, jawablah, apakah diutusnya seorang manusia untuk mendamaikan hubungan mereka dan mencegah pertumpahan darah di antara mereka lebih pantas untuk dilakukan, atau hukum manusia perihal darah seekor kelinci dan urusan pernikahan wanita? Menurut kalian manakah yang lebih pantas?mreka katakan, “Inilah (yakni mengutus manusia untuk mendamaikan manusia dari pertumpahan darah) yang lebih pantas.
Ibnu Abbas berkata, “Apakah kalian telah memahami masalah pertama?”
Mereka(khawarij) berkata, “Ya.”
Ibnu Abbas melanjutkan, “Adapun ucapan kalian bahwa Ali kwa telah berperang tapi tidak mau mengambil ghanimahdari yang diperangi dan tidak menjadikan mereka sebagai tawanan, sungguh (dalam alasan kedua ini) kalian telah mencerca ibu kalian (yakni Aisyah).Demi Allah! Kalau kalian katakan bahwa Aisyah bukan ibu kita, kalian telah keluar dari Islam karena mengingkari firman Allah. Demikian pula kalau kalian menjadikan Aisyah sebagai tawanan perang dan menganggapnya halal sebagaimana tawanan lainnya (sebagaimana layaknya orang2 kafir), maka kalian pun keluar dari Islam. Sesungguhnya kalian berada di antara dua kesesatan
Allah berfirman
“Nabi itu lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka.
(QS. Al-Ahzab: 6)
Ibnu Abbas berkata, “Apakah kalian telah memahami masalah ini?
Mereka (khawarij) menjawab, “Ya.”
Ibnu Abbas berkata lagi, “Adapun ucapan kalian bahwasanya Ali telah menghapus sebutan Amirul Mukminin dari dirinya, maka (sebagai jawabannya) aku akan kisahkan kepada kalian tentang seorang yang kalian ridhai, yaitu Rasulullah saw . Ketahuilah, bahwasanya beliau di hari Hudaibiyah (6 H) melakukan shulh (perjanjian damai) dengan orang-orang musyrikin, Abu Sufyan dan Suhail bin Amr. Tahukah kalian apa yang terjadi? Ketika itu Rasulullah bersabda kepada Ali, “Wahai Ali,tulislah perjanjian untuk mereka.” Ali menulis, “Inilah perjanjian antara Muhammad Rasulullah…” Orang-orang musyrik berkata, “Demi Allah!kami tidak tahu kalau engkau rasulullah.Kalau kami mengakui engkau Sebagai Rasullah tentu kami tidak akan memerangimu.
Rasulullah bersabda, “Ya Allah , sungguh engkau mengetahui bahwa aku adalah Rasulullah.Wahai Ali, tulislah ‘Ini adalah tulislah ‘Ini adalah perjanjian antara Muhammad bin Abdilah (Rasulullah memerintahkan Ali untukmenghapus sebutan Rasulullah dalamperjanjian)
Ibnu Abbas berkata, “Demi Allah, sungguh Rasulullah saw lebih mulia dari Ali, meskipun demikian beliau menghapuskan sebutan rasulullah dalam perjanjian Hudaibiyah…” (Apakah dengan perintah Rasul menghapuskan kata rasulullah dalam perjanjian kemudian kalian mengingkari kerasulan beliau? Sebagaimana kalian ingkari keislaman Ali karena menghapus sebutan Amirul Mukminin?)
Ibnu Abbas berkata, “Maka kembalilah dua ribu orang dari mereka, sementara lainnya tetap memberontak (dan berada di atas kesesatan), hingga mereka diperangi dalam sebuah peperangan besar (yakni perang Nahrawan).

INILAH BUKTUI DAHSYATNYA FAHAM TAKFIRI

Senin, 20 Januari 2014

Poin-Poin ajaran wahabiyyah

<《 Poin-poin dasar faham wahabiyah》>
1. Allah adalah suatu jisim yang memiliki
wajah, tangan dan menempat sebagaimana
mahluq juga sesekali naik dan turun ke bumi.
2. Mengedapankan dalil Naqli daripada dalil
aqli serta tidak memberikan ruang sedikitpun
pada akal dalam hal-hal yang berkenaan dengan
agama ( keyakinan)
3. Mengingkari Ijma' ( Konsensus )
4. Menolak Qiyas ( Analogi )
5. Tidak memperbolehkan Taqlid kepada
Ulama' Mujtahidin dan mengkufurkan kepada
siapapun yang taqlid kepada mereka
6. Mengkufurkan kepada ummat Islam yang
tidak sefaham dengan ajarannya
7. Melarang keras bertawassul kepada Allah
melalui perantara para Naabi, Auliya' dan
orang- orang sholeh
8. Memvonis kafir kepada orang yang
bersumpah dengan menyebut nama selain Allah
9. menghukumi kafir kepada siapa saja yang
bernadzar untuk selain Allah.
10. Menghukumi kafir kepada secara muthlak
kepada siapapun yang menyembelih disisi
makam para nabi atau orang-orang Sholeh.
Perkembangan ajaran Wahabiyah yang
disinyalir melalui cendekiawan-cendekiawan
pada akhirnya juga sampai di tanah air kita
Indonesia, hal ini diawali dengan maraknya
pergerakan-pergerakan diawal abad ke-20 yang
bertopeng keagamaan.Diawali dengan
terbentuknya organisasi Wathoniyah pada
tahun 1908 M. kemudian disusul organisasi
Serikat Islam pada tahun yang sama, hanya
saja berkecimpung dalam masalah perdagangan.
Dan puncaknya dibentuklah sebuah ormas pada
tanggal 18 Desember 1912 oleh seorang
cendekiawan yang berfaham Wahabi, kendati
organisasi ini lebih berorientasi pada masalah
social keagamaan, namun kelahirannya dibumi
pertiwi ini menyebabkan keretakan diantara
Muslim Indonesia yang pada umumnya
berhaluan faham Ahli Sunnah Wal
jamaah,Propaganda yang dilakukan oleh
cendekiawan wahabi ialah dengan melakukan
pendekatan pada masyarakat awam, setelah
terpedaya kemudian mereka mengeluarkan trik-
trik baru yang justru lebih berbahaya
dampaknya, yaitu dengan menanamkan benih-
benih permusuhan dan rasa sentiment pada
para ulama' salaf dan golongan yang tidak
sefaham dengan mereka.

Source:Al mukarom ustadz abdul aziz bukhori (purwakarta)

Selasa, 20 Agustus 2013

WAHABI & DAJJAL

Hadits Tentang Dajjal Tidak Akan Bisa Masuk
Kota Makkah – Madinah Bukan Bukti Wahabi
Selamat Dari Dajjal
“Menurut Nabi Muhammad, Dajjal tidak bisa
masuk kota Makkah – Madianah, mana mungkin
kaum Wahabi Jadi Pengikut Dajjal?” Begitulah
seringkali kaum Wahabi membela diri ketika
dikasih tahu mereka kelak akan jadi pengikut
Dajjal. Mereka berpegangan dengan hadits Nabi
saw yang menerangkan bahwa Dajjal kelak tidak
akan bisa masuk kota Makkah dan Madinah.
Kedua kota suci Umat Islam ini sekarang sedang
dikuasai oleh kaum Wahabi dan menjadi pusat
penyebaran ajaran Wahabi ke seluruh dunia
yang berkolaborasi dengan kerajaan Saudi
Arabia.
Mari kita simak hadits yang diriwayatkan dari
Anas r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. bersabda:
“Tiada suatu negeri pun melainkan akan diinjak
oleh Dajjal, kecuali hanya Makkah dan Madinah
yang tidak. Tiada suatu lorong pun dari lorong-
lorong Makkah dan Madinah itu, melainkan di
situ ada para malaikat yang berbaris rapat
untuk melindunginya. Kemudian Dajjal itu turun
lah di suatu tanah yang berpasir ( di luar
Madinah ) lalu kota Madinah bergoncanglah
sebanyak tiga goncangan dan dari goncangan-
goncangan itu Allah akan mengeluarkan setiap
orang kafir dan munafik (dari Makkah –
Madinah) .” (Riwayat Muslim)
Dari hadits ini terlihat jelas meski Dajjal tidak
bisa memasuki kota Makkah – Madinah, namun
para pengikutnya yang terdiri dari orang-orang
kafir dan kaum munafik selama ini bisa leluasa
berada dalam kota Makkah dan Madinah. Dan
kelak saat terjadi guncangan tiga kali, pengikut
Dajjal ini akan keluar dari Makkah – Madinah
dan menemuai TUHANNYA bernama DAJJAL.
Wallohu a’lam.
Berikut ini kami suguhkan data akurat dan tidak
terbantahkan bagaimana Wahabi saat ini pun
sudah menunjjukkan bahwa mereka ternyata
adalah pengikut Dajjal. Kebencian mereka kepada
umat Islam selain golongan mereka ditanbah
symbol-symbol yang melekat pada mereka
adalah bukti tak terbantahkan. Bukankah kita
semua tahu bahwa mata satu adalah lambang
Dajjal? Berikut ini adalah data akurat tentang
Wahabi yang ternyata pengikut Dajjal,
dipresentasikan oleh Shofiyyah An-Nuuriyyah
Data Akurat Wahhabi Menjadi Pengikut Dajjal
oleh: Shofiyyah An-Nuuriyyah
Membaca artikel ustadz Ibnu Abdillah yang
mengkaji hadits-hadits tentang keterkaitan
khowarij dengan dajjal dan membuahkan hasil
yang cukup akurat bahwa kaum wahhabi kelak
akan menjadi pengikut dajjal, membuat saya
tertarik untukmengkaji lebih dalam data-data dan
bukti-buktinya.
Semoga artikel ustadz Ibnu Abdillah tersebut
membuka mata hati para korban doktrin wahabi
dan mau kembali ke ajaran Ahlus sunnah
waljama’ah. Dan pada kesempatan ini, saya
akan mengetengahkan kepada pembaca data dan
bukti tentang ini yang lebih akurat dan valid
lagi, sehingga lengkap sudah data dan bukti
bahwa kelak kaum wahhabi/salafi akan menjadi
pengikut dajjal bersama-sama kaum yahudi.
Kunci informasi tentang hal ini adalah hadits
Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam sebagai berikut :
ﻳَﺨْﺮُﺝُ ﻧَﺎﺱٌ ﻣِﻦَ ﺍْﻟﻤَﺸْﺮِﻕِ ﻳَﻘْﺮَﺅُﻭﻧَﺎْﻟﻖَﻥﺍْﺭُ ﻟَﺎ ﻳُﺠَﺎﻭِﺯُ ﺗَﺮَﺍﻗِﻴَﻬُﻢْ
ﻛُﻠَّﻤَﺎ ﻗَﻄَﻊَ ﻗَﺮْﻥٌ ﻧَﺸَﺄَ ﻗَﺮْﻥٌ ﺣَﺘَّﻯﻴَﻜُﻮْﻥَ ﺁﺧِﺮُﻫُﻢْ ﻣَﻊَ ﺍْﻟﻤَﺴِﻴْﺦِ
ﺍﻟﺪَّﺟَّﺎﻝِ
“ Akan muncul sekelompok manusia dari arah
Timur, yang membacaal-Quran namun tidak
melewati tenggorokan mereka. Tiap kali Qarn
(kurun /generasi) mereka putus, maka muncul
generasi berikutnya hingga generasi akhir mereka
akan bersama dajjal “ (Diriwayatkan imam
Thabrani di dalamAl-Kabirnya, imam imam Abu
Nu’aim di dalam Hilyahnya dan imam Ahmad di
dalam musnadnya)
Dalamriwayat yang lain :
ﻭﻗﺎﻝ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋﻤﺮ ﺳﻤﻌﺖ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ - ﺻﻠﻰ
ﺍﻟﻠﻬﻌﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ - ﻳﻘﻮﻝ » ﻳﺨﺮﺝ ﻗﻮﻡ ﻣﻦ ﻗﺒﻞ ﺍﻟﻤﺸﺮﻕ
ﻳﻘﺮﺀﻭﻥ ﺍﻟﻘﺮﺁﻥ ﻻ ﻳﺠﺎﻭﺯ ﺗﺮﺍﻗﻴﻬﻢ ﻛﻠﻤﺎﻗﻄﻊ ﻗﺮﻥ ﻧﺸﺄ ﻗﺮﻥ
ﺣﺘﻰ ﻳﺨﺮﺝ ﻓﻰ ﺑﻘﻴﺘﻬﻢ ﺍﻟﺪﺟﺎﻝ
“Abdullah bin Umar berkata : “ Aku telah
mendengar Rasulullah shallahu ‘alaihiwa sallam
bersabda : “ Akan keluar suatu kaum dari arah
Timur yang membaca al-Quran namun tidak
melewati kerongkongan mereka, tiap kali putus
generasi,maka tumbuhlah generasi berikutnya
hingga generasi sisa mereka akan keluar besama
dajjal “(HR. Imam Ahmad dalam Musnadnya ).
Dalam hadits panjang tentang kaum khowarij, di
akhir disebutkan :
ﻻ ﻳﺰﺍﻟﻮﻥ ﻳﺨﺮﺟﻮﻥ ﺣﺘﻰ ﻳﺨﺮﺝ ﺁﺧﺮﻫﻢ ﻣﻊ ﺍﻟﻤﺴﻴﺢ ﺍﻟﺪﺟﺎﻝ
“Mereka akan terus muncul hingga generasi akhir
mereka keluar bersama dajjal “ (Ditakrij oleh
imam an-Nasai danal-Bazzar)
Kesimpulan pasti hadits-hadits di atas yang tak
boleh diingkarinya adalah :
-Kaum khowarij akan memiliki generasi di setiap
zamannya
-Generasi akhir kaum khowarij akan menjadi
pengikut dajjal
-Ciri-ciri generasi kaum khowarij tersebut
antara lain ; Munculnya dari arah Timur, Selalu
membaca al-Quran.
Tiga kesimpulan di atas, adalah informasi tetap
(nash) dari Nabi yang tidak bisa dingkari dan
tidak boleh mengingkarinya.
Sekarang siapakah tepatnya generasi akhir kaum
khowarij tersebut yang akan menjadi pengikut
dajjal? Yuk kita simak hadits-hadits lainnya
dari Nabi yang telah menginformasikan sifat,
karakter dan cirri-ciri mereka itu. Jadi semua ini
bukanlah bualan atau sok jadi paranormal yang
belagak tahu hal gaib atau masa depan, tapi ini
semua murni berdasarkan hadits-hadits Nabi
yang sahih.
Ingat kunci ciri-ciri pokok adalah : Senang
membaca al-Quran namun tidak melewati
kerongkongan mereka, keluar dari arah Timur.
(Pegang ini..)
Hadits pertama :
ﺇﻧَّﻤِﻦ ﺑﻌْﺪِﻱ ﻣِﻦْ ﺃُﻣَّﺘِﻲ ﻗَﻮْﻣًﺎ ﻳَﻘْﺮَﺅُﻥَ ﺍْﻟﻘُﺮﺁﻥَ ﻻَ ﻳُﺠَﺎﻭِﺯُ
ﺣَﻼَﻗِﻤَﻬُﻤْﻲَﻗْﺘُﻠُﻮْﻥَ ﺃَﻫْﻞَ ﺍْﻹﺳْﻼَﻡِ ﻭَﻳَﺪَﻋُﻮْﻥَ ﺃَﻫْﻞَ ﺍْﻷَﻭْﺛَﺎﻥِ،
ﻳَﻤْﺮُﻗُﻮْﻧَﻤِﻦَ ﺍْﻹﺳْﻼَﻡِ ﻛﻤَﺎ ﻳَﻤْﺮُﻕُ ﺍﻟﺴَّﻬْﻢُ ﻣَﻦَ ﺍﻟﺮَّﻣِﻴَّﺔِ، ﻟَﺌِﻦْ
ﺃَﺩْﺭَﻛْﺘُﻬُﻤْﻞﻢُﻬَّﻨَﻠُﺘْﻗَﺃَْ ﻗَﺘْﻞَ ﻋَﺎﺩٍ
“ Sesungguhnya setelahwafatku kelak akan ada
kaum yang pandai membaca al-Quran tetapi
tidak sampaimelewati kerongkongan mereka.
Mereka membunuh orang Islam dan membiarkan
penyembah berhala, mereka lepas dari Islam
seperti panah yang lepas daribusurnya
seandainya (usiaku panjang dan) menjumpai
mereka (kelak), maka aku akan memerangi
mereka seperti memerangi (Nabi Hud) kepada
kaum ‘Aad “.(HR. Abu Daud, kitab Al-Adab bab
Qitaalul Khawaarij : 4738)
Penjelasan: Dalam hadits ini setelah Nabi
menyebutkan ciri pokoknya yaitu suka membaca
al-Quran, nabi menambahkan cirriselanjutnya
yaitu ; Memerangi orang Islam dan membiarkan
kaum kafir. Ciri ini juga ada pada kaum
khowarij yang pertama..
Melihat sejarah kaum wahhabi di awal, sangat
jelas bahwa mereka penuh dengan pertumpahan
darah dengan selalu memerangi kaum muslimin
yang mereka anggap menyimpang dari ajaran
mereka, di antara muslimin yang mereka bunuh
adalah seorang amir Uyainah yaitu Ustman bin
Mu’ammir yang mereka bunuh di dalam
masjid,setelah sholat jum’at dan masih di
tempat sholatnya di hari jum’at yang mulia.
Tanpa rasa takut kepada Allah, tanpa
memandang hari yang mulia, tanpa memandang
tempat yang mulia bahkan di rumah Allah, tanpa
takut mengotori masjid dengan najis darah dan
perbuatan nista, dengan bangganya mereka
membunuh Ustman bin Mu’ammir tersebut..
Tapi sekarang kita lihat sikap wahabi kepada
kaum kafir..! tidak ada satu kalimat pun
sejarahnya sejak awal kemunculannya hingga
kini mereka berani memerangi kaum kafir, malah
sekarang semakin terlihat jelas keakraban mereka
bersama kaum kafir dan yahudi..
Maka jelas, hadits di atas sesuai dengan sifat
dan cirri-ciri kaum wahhabi karena memang
mereka lah yang Nabi maksudkan tidak ada
lainnya..
Hadits kedua :
ﺳَﻴَﻜُﻮﻧُﻔِﻰ ﺃُﻣَّﺘِﻰ ﺍﺧْﺘِﻼَﻑٌ ﻭَﻓُﺮْﻗَﺔٌ ﻗَﻮْﻡٌ ﻳُﺤْﺴِﻨُﻮﻥَ ﺍﻟْﻘِﻴﻞَ
ﻭَﻳُﺴِﻴﺌُﻮﻧَﺎﻝْﻓِﻌْﻞَ ﻭَﻳَﻘْﺮَﺀُﻭﻥَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥَ ﻻَ ﻳُﺠَﺎﻭِﺯُ ﺗَﺮَﺍﻗِﻴَﻬُﻢْ
ﻳَﻤْﺮُﻗُﻮﻥَ ﻣِﻨَﺎﻟﺪِّﻳﻦِ ﻣُﺮُﻭﻕَ ﺍﻟﺴَّﻬْﻢِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺮَّﻣِﻴَّﺔِ ﻻَ ﻳَﺮْﺟِﻌُﻮﻥَ
ﺣَﺘَّﻰ ﻳَﺮْﺗَﺪَّﻋَﻠَﻰ ﻓُﻮﻗِﻪِ ﻫُﻢْ ﺷَﺮُّ ﺍﻟْﺨَﻠْﻖِ ﻭَﺍﻟْﺨَﻠِﻴﻘَﺔِ ﻃُﻮﺑَﻰ
ﻟِﻤَﻦْ ﻗَﺘَﻠَﻬُﻤْﻮَﻗَﺖُﻩﻮُﻟَ ﻳَﺪْﻋُﻮﻥَ ﺇِﻟَﻰ ﻛِﺘَﺎﺏِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻭَﻟَﻴْﺴُﻮﺍ ﻣِﻨْﻪُ
ﻓِﻰ ﺷَﻰْﺀٍ ﻣَﻨْﻘَﺎﺗَﻠَﻬُﻢْ ﻛَﺎﻥَ ﺃَﻭْﻟَﻰ ﺑِﺎﻟﻠَّﻪِ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﻗَﺎﻟُﻮﺍ : ﻳَﺎ
ﺭَﺳُﻮﻝَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻣَﺎ ﺳِﻴﻤَﺎﻫُﻢْ ﻗَﺎﻝَ : ﺍﻟﺘَّﺤْﻠِﻴﻖُ
“ Akan ada perselisihan dan perseteruan pada
umatku, suatu kaum yang memperbagus ucapan
dan memperjelek perbuatan, mereka membaca Al-
Quran tetapi tidak melewati kerongkongan,
mereka lepas dari Islam sebagaimana anak
panah lepas dari busurnya, mereka tidak
akankembali (pada Islam) hingga panah itu
kembali pada busurnya. Mereka seburuk-
buruknya makhluk. Beruntunglah orang yang
membunuh mereka atau dibunuhmereka. Mereka
mengajak pada kitab Allah tetapi justru mereka
tidak mendapatbagian sedikitpun dari Al-Quran.
Barangsiapa yang memerangi mereka, maka
orangyang memerangi lebih baik di sisi Allah
dari mereka “, para sahabat bertanya “Wahai
Rasul Allah, apa cirri khas mereka? Rasul
menjawab “ Bercukur gundul “.(SunanAbu
Daud : 4765)
Penjelasan: Dalam hadits ini setelah Nabi
menyebutkan cirri-ciri pokoknya yaitu suka
membaca al-Quran, nabi menambahkan ciri
selanjutnya yaitu ; Selalu mengajak kepada al-
Quran dan bercukur gundul..
Ciri-ciri berikutnya yang ini, begitu sangat jelas
dan kentara, bahwasanya kaum wahhabilah yang
selalu gembor-gembor kembali kepada al-Quran
kapan pun , di manapun hingga kaum awam pun
mengetahui hal ini..subhanallah cirri yang ini
Allah tampakkan dengan jelas sejelas-jelasnya
kepada mereka untuk kita.