Rabu, 24 Juli 2013

USTADZ FIRANDA AN-NAJD ADALAH ULAMA SUU

BERITA FAKTA – Ketika anda berkunjung ke
blog Firanda, dan anda sebagai muslim yang
hormat kepada Ulama pastinya akan terheran-
heran kenapa Firanda sedemikian benci dan
bahkan dendam kepada Syaikh Al Bouti? Di
blognya itu Firanda berkata dengan penuh
dendam dalam sebuah artikelnya: “KEHINAAN
ULAMA ASWAJA ABAD INI MUHAMMAD
SA’ID ROMADHOON AL-BUUTHY”, silahkan
simak apa yang dikatakan oleh Firanda si
“Corong Najd” berikut ini:
Masih terlalu banyak kesesatan DR
Muhammad Said Romadhon al-Buthy,
akan tetapi cukup inilah yang bisa saya
(Firanda) paparkan, agar para pembaca
sekalian faham tentang hakekat dari ulama
Aswaja ini, yang sering dijadikan dalil
oleh kaum aswaja Indonesia untuk
mencela Syaikh Al-Albani rahimahullah.
Bahkan sebagian orang menyatakan
bahwa kesesatan Al-Buthy ini adalah
buah dari doa Syaikh Al-Albani yang
dizolimi oleh Al-Buthy. Diriwayatkan
bahwasanya Syaikh Al-Albani pernah
berdoa sekitar 45 tahun yang lalu dengan
doanya yang ia tujukan kepada Al-Buuthy
setelah Al-Buthy menuduh beliau dengan
tuduhan-tuduhan dusta.
ﺃﺳﺄﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﻳﻄﻴﻞ ﻋﻤﺮﻙ ﻭﺃﻥ ﻳﻔﻀﺢ ﺳﺮﻳﺮﺗﻚ
“Aku mohon kepada Allah agar Allah
memanjangkan umurmu (wahai Al-
Buuthy) dan Allah membongkar rahasia
keburukanmu”
(silahkan lihat http://www.youtube.com/
watch?v=LJG7mkFuiPY), jika riwayat ini
benar, maka kesesatan yang dinampakan
oleh Al-Buthy saat ini bisa jadi
merupakan bentuk terkabulkannya doa
Syaikh Al-Albani rahimahullah, yang
telah mengetahui bahwa Al-Buuthy adalah
seorang yang suka berdusta.
Kota Nabi -shallallahu ‘alaihi wa sallam-,
23-04-1434 H / 05 Maret 2013 M
Abu Abdil Muhsin Firanda
www.firanda.com
Begitulah dendam kesumat Firanda kepada Al
Bouti hanya karena Al Bouti sering mengkritik
kekeliruan-kekeliruan Syaikh Albani.
Wahabi sebagai kaum yang anti kritik karena
merasa satu-satunya kaum yang paling benar
dan satu-satunya golongan penghuni surga
kelak, maka mereka akan selalu membantah
sebisa-bisanya setiap fakta kesalahan-
kesalahan yang disodorkan kepada mereka.
Bisa jadi mereka selalu punya persepsi
terhadap dirinya sendiri; “orang paling benar
kok dipersalahkan?” Sampai-sampai ketika
Albani terpojok tidak bisa menghindar dari
fakta-fakta kesalahannya, Al bani bahkan
berdo’a dengan sejelek-jelek do’a kepada ulama
Aswaja yang menjadi pengkritiknya.
Albani berdo’a: “Aku mohon kepada Allah agar
Allah memanjangkan umurmu (wahai Al-
Buuthy) dan Allah membongkar rahasia
keburukanmu”.
Layakkah Al Albani disebut sebagai Ulama
dengan do’a jelek seperti itu? Bandingkan
dengan do’a Syaikh Al Bouti terhadap oarng-
orang yang membencinya. Pada beberapa hari
sebelum kewafatannya, Al Bouti berkata:
“Setiap apa yang berlaku padaku atau yang
menuduhku daripada ijtihadku, maka aku harap
ia tidak terlepas dari ganjaran ijtihad.”
(maksudnya: yang tuduhannya benar
mendapat dua ganjaran dan yang tidak benar
mendapat satu ganjaran. Seperti ucapan syaikh
al Bouti inilah seharusnya ucapan seoarang
Ulama yang layak disebut sebagai ulama
Shalih ).
Firanda dengan Penuh Dendam Menyangka
Do’a Albani Sudah Terkabul
Benarkah do’a jelek Albani kepada Al Bouti
sudah terkabul sebagaimana yang dikhayalkan
Firanda? Ternyata tidak, do’a Albani tidak
dikabulkan Allah Swt, justru do’a tersebut
dijawab Allah dengan akhir hayat Al Bouti
yang KHUSNUL KHOTIMAH, di mana tanda-
tandanya Al Bouti wafat dalam kematian
syahid, amin….
Ada banyak tanda-tanda kematian syahid, dan
sedikitnya ada dua tanda mati syahid bagi
kewafatan Syaikh Al Bouti :
1- Syaikh Al Bouti meninggal pada saat
mengerjakan amal shaleh.
Ibnu Abbas ra. berkata : “Pergi diwaktu pagi
atau sora ke mesjid untuk mengajar ilmu
agama lebih baik disisi Allah daripada jihad
fisabilillah.” (R. Abnu An Najar, Kitab
Irsyadul ‘Ibad)
2- Syaikh Al Bouti wafat pada malam jum’at.
Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah:
“Tidaklah seorang muslim yang wafat pada
hari jum’at atau pada malam jum’at kecuali
pastilah Allah menghindarkannya dari siksa
kubur” (HR. Ahmad).
Al-Habib Ali Al-Jufri seorang Ulama Aswaja
internasional dari Yaman mengatakan: “Aku
telah menelefonnya dua minggu sebelum
kewafatannya dan beliau (Syeikh Dr. M. Said
Ramadhan Al-Bouti ) berkata pada akhir
percakapan: “Tidak akan lama umurku
melainkan beberapa hari lagi. Sesungguhnya
aku sedang mencium bau surga dari
belakangnya. Jangan lupa wahai saudaraku
untuk mendoakan aku.” (Habib Rizieq shihab).
Dekianlah proses kematian khas para Ulama
Aswaja, kelak di kemudian hari, kematian
Syaik al Bouti akan dicatat sebagai kematian
yang indah untuk dikisahkan, menambah
daftar kisah-kisah indah kematian khusnul
khotimah para Ulama Aswaja, yaitu kematian-
kematian yang sangat dikenali proses
kematiannya, tanpa teka-teki, tanpa
kemisteriusan, tak perlu dirahasiakan
sebagaimana proses kematian para ulama suu’.
Alhamdulillah wa syukru lillah….
Al fatihah…. Semoga Allah menerima kematian
Syaikh Al Bouti sebagai kematian syahid,
amin….
Siapakah Syaikh Mohammad Said Ramadhan
Al Bouti ?
Syaikh Mohammad Said Ramadhan Al Bouti
adalah sosok ulama yang sangat dihormatii
oleh para ulama dan pemikir muslim dari
berbagai penjuru dunia, karena ketinggian ilmu
dan kehebatan argumentasinya dalam berbagai
diskusi. Menjelang akhir hayatnya, Said Al
Bouti aktif memberikan cermah/pengajian di
beberapa masjid di Damaskus. Pengajian
Mingu Malam (al-Hikam li Athoillah as-
Sakandari) dan Kamis malam (Riyadlush-
Shalihin li al-Imam an-Nawawi) di Masjid al-
Iman Damaskus selalu dipenuhi oleh ribuan
kaum muslimin yang haus akan ilmu.
Ada 60 Buku Karya-Karya DR. Mohammad
Said Ramadhan Al Bouti, berikut ini adalah di
antaranya:
1. Muhadhorot Fil Fiqhil Muqharin Ma’a
Muqaddimati Fi Bayani Asbabi Ikhtilafi
al-Fuqaha’ Wa Ahammiyyati Dirasatil
Fiqhil Muqarin (Problematika Dalam
Fiqh Muqarin, Sebab Terjadinya
Perbedaan Fuqaha’, Dan Pentingnya
Mempelajari Fiqh Muqarin) ﻣﺤﺎﺿﺮﺍﺕ ﻓﻲ
ﺍﻟﻔﻘﻪ ﺍﻟﻤﻘﺎﺭﻥ ﻣﻊ ﻣﻘﺪﻣﻪ ﻓﻲ ﺑﻴﺎﻥ ﺍﺳﺒﺎﺏ
ﺍﺧﺘﻼﻑ ﺍﻟﻔﻘﻬﺎﺀ ﻭ ﺍﻫﻤﻴﻪ ﺩﺭﺍﺳﻪ ﺍﻟﻔﻘﻪ
ﺍﻟﻤﻘﺎﺭﻥ
2. Al-Islam Maladz Kulli Mujtama’at
Insaniyyah; Limadza Wa Kaifa?
(Islam Tempat Berlindung Seluruh
Masyarakat Sosial; Mengapa dan
Bagaimana?) ﻣﺤﺎﺿﺮﺍﺕ ﻓﻲ ﺍﻟﻔﻘﻪ ﺍﻟﻤﻘﺎﺭﻥ
ﻣﻊ ﻣﻘﺪﻣﻪ ﻓﻲ ﺑﻴﺎﻥ ﺍﺳﺒﺎﺏ ﺍﺧﺘﻼﻑ ﺍﻟﻔﻘﻬﺎﺀ
ﻭ ﺍﻫﻤﻴﻪ ﺩﺭﺍﺳﻪ ﺍﻟﻔﻘﻪ ﺍﻟﻤﻘﺎﺭﻥ
3. Al Jihad Fil Islam; Kaifa Nafhamuhu ?
Wa Kaifa Numarisuhu? (Jihad dalam
Islam; Bagaimana Kita Memahami dan
Melaksanakannya? ﺍﻻﺳﻼﻡ ﻣﻼﺫ ﻛﻞ
ﺍﻟﻤﺠﺘﻤﻌﺎﺕ ﺍﻻﻧﺴﺎﻧﻴﻪ :ﻟﻤﺎﺫﺍ .. ﻭ ﻛﻴﻒ 4 .
Salafiyyah; Marhalah Zamaniyyah
Mubarakah La Madzhab Islami
ﺍﻟﺴﻠﻔﻴﻪ :ﻣﺮﺣﻠﻪ ﺯﻣﻨﻴﻪ ﻣﺒﺎﺭﻛﻪ ﻻ ﻣﺬﻫﺐ
ﺍﺳﻼﻣﻲ
4. Al ‘Uqhubat Islamiyyah; Wa ‘Aqduhu
al-Tanaqhudhu Bainaha Wa Baina Ma
Yusamma Bithobi’ihal ‘Ashri ﺍﻟﻌﻘﻮﺑﺎﺕ
ﺍﻻﺳﻼﻣﻴﻪ :ﻭ ﻋﻘﺪﻩ ﺍﻟﺘﻨﺎﻗﺾ ﺑﻴﻨﻬﺎ ﻭ ﺑﻴﻦ ﻣﺎ
ﻳﺴﻤﻲ ﺑﻄﺒﻴﻌﻪ ﺍﻟﻌﺼﺮ
5. Hurriyatul Insan Fi Dhilli
‘Ubudiyyahatihi Lillah (Kebebasan
Manusia Dalam Beribadah) ﺣﺮﻳﻪ ﺍﻻﻧﺴﺎﻥ
ﻓﻲ ﻇﻞ ﻋﺒﻮﺩﻳﺘﻪ ﻟﻠﻪ
6. Difa’ ‘An Islam Wa Tarikh (Belaan
Terhadap Islam dan sejarah) ﺩﻓﺎﻉ ﻋﻦ
ﺍﻻﺳﻼﻡ ﻭ ﺍﻟﺘﺎﺭﻳﺦ 8 . Al Islam Wa ‘Asru;
Tahaddiyat Wa ‘Afaq (Islam dan
Modernisme; Sebuah Tantangan dan
Harapan) ﺍﻻﺳﻼﻡ ﻭ ﺍﻟﻌﺼﺮ :ﺗﺤﺪﻳﺎﺕ ﻭ ﺍﻓﺎﻕ
7. Al Aqidah Al Islamiyyah wa Al Fikr al
Mu’asirah
8. Al La Madzhabiyyah Akhtaru Bid’atin
Tuhaddidu as Syari’ah Al Islamiyyah
9. Al Mazdhab al Iqtishady Baina
Syuyu’iyyah Wal Islam
10. Dhawabitu Al Maslahat Fi As Syariah
al Islamiyyah
11. Fi Sabilillahi Wa Al Haq
12. Fiqhus Sirah
13. Hiwar Haula Musykilati Hadhariyyah
14. Kubra Yaqiniyyati al Kauniyyah
15. Mbahitsul Kitab Wa As Sunnah min
‘Ilmi Ushulil Fiqhi
16. Mamuzain, Qishatu Hubbub Nabati Fi
Al Ardhi wa Aina’u fi As Sama’,
Mutarjamah
17. Manhaj Al Hadharah al Insaniyyah Al
Jadaliyyah
18. Manhaj Al ‘Audah Ilal Islam
19. Masalatu Tahdidi an Nashli Wiqayatn
wa ‘Ilajan
20. Min Al fikri wa Al Qalbi
21. Min Rawaiyl Qur’an
22. Naqdul Auhami Al Maddiyah Al
Jadaliyah
23. Tajribatut Tarbiyah Al Islamiyyah Fi
Mizan Al Bahts
24. Al insan Wa Adatullahi Fi Al Ardli
25. Al islamu Wa Muskilatus sabab
26. Bathinul Ismi al Khatar Fi Hayatl
Muslimin
27. Hakadza Fal Nad’u al Islam
28. Ila Kulli fatatin Tu’minu Billah
29. Man Huwa Sayyidu al Qadri fi Hayatil
Insan
30. Minal Mas’ul ‘An Takhallufi Al
Muslimin
31. Min Asrari Alk Manhaj Al Islami
Semoga buku-buku karya Syaikh Al Bouti
menjadi amal shalih yang akan terus
mengalirkan pahala kepadanya, dan kami
berharap di Indonesia nantinya akan
bermunculan buku-buku terjemahan bahasa
Indonesia dari karya-karya syaikh Al Bouti.
Semoga harapan kami menjadi kenyataan, dan
terus tetap waspadai dari tangan-tangan jahil
pemalsuan.
Ada tambahan dari Mbak Shinta untuk
memperjelas tanda-tanda kematian syahid
Syaikh Al Bouti
:
Ternyata jasad syekh al-Bhuti sedang sujud
dalam keadaan mendekap Al-Qur’an . Karena yg
saya baca demikian….
Jadi ada 6 Tanda ke Khusnul Khotimahan dan
kesyahidan syekh al-Bhuti :
1. Meninggal dibunuh oleh sesama muslim
yang membencinya sedangkan beliau adalah
seorang ulama yang shaleh, zuhud, dan wara’
2. Meninggal di malam Jum’at, sehingga
mendapat jaminan terbebas dari azab kubur
3. Meninggal sedang di dalam masjid (di
tempat yang mulia)
4. Meninggal sedang menyampaikan ilmu
( orang yang wafatnya sedang mencari ilmu
maka sangat dekat derajatnya dengan para
Nabi.

Wallahu alam